PPTQ Az Zahra Sragen Didik Santri Rajin Mengaji dan Tetap Berprestasi

Berawal dari sekolah berbasis reguler, PPTQ Az Zahra Sragen menghadirkan kurikulum berbasis pesantren.

 Pelepasan santri angkatan pertama Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Az Zahra Sragen. ( (Istimewa-dok PPTQ Az Zahra Sragen)

SOLOPOS.COM - Pelepasan santri angkatan pertama Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Az Zahra Sragen. ( (Istimewa-dok PPTQ Az Zahra Sragen)

SRAGEN — Pondok Pesantren Tahfidz Qur’an (PPTQ) Az Zahra Sragen adalah pondok pesantren di bawah Yayasan Lembaga Bakti Muslim (YBLM) Al Falah Sragen. Berawal dari sekolah berbasis reguler, PPTQ Az Zahra menghadirkan kurikulum berbasis pesantren.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Dengan slogan Mengaji Tetap Berprestasi, pondok pesantren yang berlokasi di Dukuhan, Nglorog, Sragen, memiliki santri putra dan putri sebanyak 190 orang. Pesantren yang dirintis pada 2018 ini telah meluluskan angkatan pertama sejumlah 64 orang pada 2022, dengan hafalan mulai tujuh hingga 24 juz Al-Qur’an.

“Bukan sekadar membaca dan menghafal Al-Qur’an. PPTQ Az Zahra Sragen ingin mencetak generasi yang Amanatul Qur’an. Jadi hafalan-hafalan tersebut tidak hilang begitu saja ketika disetorkan. Namun bisa diamalkan dalam tindakan, perkataan, dan sikap,” terang salah satu Ustaz PPTQ Az Zahra Sragen, Ngadino, saat ditemui Espos di kantornya, Rabu (3/8/2022).

Untuk mencetak generasi yang mutqin terdapat standardisasi bacaan bagi para santri, yaitu tahsin dan tahfiz. Setoran hafalan atau tasmi dilakukan dalam kurun waktu satu pekan hingga sebulan, santri nantinya akan diberikan rapor dan ijazah pondok. Ketika santri melakukan tasmi dalam satu kali duduk dan melantunkan lebih dari satu juz, akan diberi apresiasi ucapan selamat di media sosial dan atau diberikan hadiah.

Baca juga: Sragen Kini Punya Pendidikan Toleransi Khas Sukowati

Tidak hanya mencetak generasi yang berfokus pada Al-Qur’an, hubungan sosial kemasyarakatan juga dilakukan oleh para santri dan santriwati PPTQ Az Zahra Sragen. Yakni melalui kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan sekitar pondok dan memakmurkan masjid-masjid terutama di Widoro dan Nglorog untuk menjadi imam dan mengisi kultum.

Pembentukan karakter bagi para santri dan santriwati dilakukan dengan cara pembiasaan akan kemandirian dan kedisiplinan. Hal ini bertujuan membentuk akhlak pribadi yang baik dan adab untuk siapapun.

Bermain dan Berolahraga

Kegiatan santri dan santriwati PPTQ Az Zahra dimulai pukul 07.00 WIB. Mereka berangkat sekolah setelah merapikan kamar dan menyiapkan peralatan sekolah secara mandiri. Hingga pukul 14.00 WIB, para santri pulang ke pondok untuk istirahat dan setelah Asar mengikuti halaqah sore. Dilanjutkan bermain dan olahraga hingga menjelang Magrib.

Baca juga: Yayasan LBM Al Falah Sragen Gelar Baksos Tebar Hewan Kurban

Sebelum halaqah malam dimulai, diawali dengan zikir dan makan malam. Santri akan istirahat pukul 21.30 WIB atau 22.00 WIB. Kemudian jam 03.00 WIB bangun untuk salat malam dan dilanjutkan dengan halaqah pagi.

Tidak hanya pendidikan berbasis pondok, pada Sabtu dan Ahad terdapat kegiatan mengasah skill, misalnya fun cooking dan olahraga. Untuk menciptakan kegiatan variatif dan tidak monoton, seringkali diadakan olahraga keluar pondok, misalnya renang. Kegiatan bersih-bersih juga tak hanya internal tapi juga lingkup eksternal pondok.

“Ataupun diadakannya Camp Qur’an yang biasanya dilaksanakan selama tiga hari di daerah pegunungan. Dengan tujuan kemandirian dan mengenal alam. Tidak lupa juga tilawah dan hafalan yang harus dipenuhi. Tidak jarang dalam tiga hari tersebut, ada santri yang berhasil menghafalkan paling tidak satu juz. Diakhir Camp Qur’an ini biasanya ditutup dengan wisata air misalnya tubbing biar fresh,” tambah Ngadino.

Baca juga: Ini Data Persebaran Perumahan Baru di Kabupaten Sragen

Sederet prestasi ditorehkan beberapa santri di PPTQ Az Zahra Sragen, yaitu Salsabila Ulya Arsyah sebagai peraih medali perunggu MSC (Master Sains Competition) dan peraih medali perak Olsa (Olimpiade Sains Abadiyah) bidang IPS tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Selain itu, Justin Pandara Gita sebagai peraih medali perunggu Sains MSC tingkat nasional. Serta Shellin Mutia Jovitha sebagai peraih medali perunggu Olsa bidang Matematika tingkat Provinsi Jawa Tengah.

pptq az zahra sragen
Kegiatan Camp Qur’an yang dilaksanakan oleh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (PPTQ) Az Zahra Sragen. (Istimewa-dok PPTQ Az Zahra Sragen)
PPTQ Az Zahra Sragen
Kegiatan fun cooking yang dilakukan oleh santri. (Istimewa/PPTQ Az Zahra Sragen)
Kegiatan futsal yang dilakukan oleh santri. (Istimewa/PPTQ Az Zahra Sragen)
Upacara peringatan kemerdekaan di PPTQ Az Zahra. (Istimewa/PPTQ Az Zahra)
pptq az zahra sragen
Salsabila Ulya Arsyah, peraih Medali Perunggu MSC (Master Sains Competition) dan medali perak Olsa (Olimpiade Sains Abadiyah) bidang IPS tingkat Provinsi Jawa Tengah. (Istimewa/PPTQ Az Zahra Sragen)

 

 

 

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terkini

Tips Mengajari Keselamatan Diri bagi Anak Sekolah

Berikut ini tips mengajari anak sekolah keselamatan diri.

Meriahkan Hari Guru Nasional, SMP Batik Surakarta Lepas 36 Balon Harapan

Memperingati Hari Guru Nasional ke-77, siswa dan orang tua/wali SMP Batik Surakarta menerbangkan 36 balon harapan.

Tips Cegah Bau Badan bagi Pelajar

Memiliki bau badan menyengat tentu bakal mengganggu teman-teman di kelas, karena itu pelajar perlu tahu tips mencegahnya.

Azzahra Fun Festival di Sragen, Dorong Perkembangan Anak Usia Dini Lewat Lomba

KB-TK Islam Terpadu Azzahra Sragen menggelar Azzahra Fun Festival (AFF), di sekolah setempat, Sabtu (19/11/2022).

Hari Guru Nasional 2022, Begini Cara Menghormati Guru

Berikut ini sejumlah cara untuk menghormati dan menghargai jasa para guru.

Diserbu Peserta dari Jateng-DIY, SMK Mutuharjo Gelar Tes Wawancara Magang Jepang

SMK Mutuharjo menfasilitasi bagi alumni maupun nonalumni yang ingin bekerja ke Jepang didukung  dengan  relasi LPK di perusahaan-perusahaan besar Jepang.

Pantik Jiwa Kepemimpinan, OSIS dan Dewan Ambalan Al Azhar IIBS Ikuti LDKO

Al Azhar IIBS kemudian menggelar LDKO sebagai upaya untuk melatih kemampuan siswa dalam hal berorganisasi dan kepemimpinan.

Sepekan di Jepang, Intip Kegiatan Seru SMA Assalaam Sukoharjo di Negeri Sakura

Sepekan berada di Jepang, intip yuk keseruan kegiatan siswa SMA Assalaam Sukoharjo selama berada di Negeri Sakura.

Keseruan Siswa SMP Batik Solo Ikuti Gerakan Cinta Museum

Siswa kelas VII E SMP Batik Solo menjadi salah satu peserta Gerakan Cinta Museum yang diselenggarakan oleh Museum Keris Nusantara.

Raup 59% Suara, Nadya Surya Callista Terpilih Jadi Ketua OSIS SMA Batik 1 Solo

Berdasarkan hasil pemungutan suara akhirnya terpilihlah Nadya Surya Callista sebagai Ketua OSIS SMA Batik 1 Solo periode 2022-2023 dengan total suara 59,2%.

Tips Agar Tidak Terlambat Datang ke Sekolah

Berikut ini sejumlah tips agar kalian tidak terlambat ke sekolah.

Manasik Haji SMA Batik 1 Surakarta 2022

SMA Batik 1 Surakarta melaksanakan outing class yaitu manasik haji pada Jumat (11/11/2022) dan diikuti seluruh siswa kelas X didampingi wali kelas beserta guru yang menjadi muthawif.

Meriah! Market Day SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo Pacu Semangat Entreprenuer Siswa

Kegiatan Market Day di SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo sebagai wujud implementasi SMK Pusat Keunggulan dalam bidang sektor ekonomi kreatif.

Cara Membentuk Siswa Berkarakter, Salah Satunya Guru Harus Jadi Teladan Baik

Berikut ini sejumlah cara untuk membentuk siswa berkarakter.

Begini Cara Melatih Kemampuan Berpikir Kritis Siswa

Berikut ini sejumlah cara untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa.

SMA Batik 1 Solo Study Campus ke Malaysia: Persiapan Menuju Universitas Impian

Siswa kelas internasional SMA Batik 1 Surakarta melakukan study campus ke Malaysia dan mengunjungi beberapa kampus ternama di Kuala Lumpur.